Entri Populer

Minggu, 29 September 2013

Timur Tengah, Pulau Natal, dan Imigran Gelap

Dalam pekan ini media kita ramai memberitakan tentang tenggelamnya sebuah kapal yang membawa 215 imigran gelap dari Timur Tengah (Middle East). Istilah Timur Tengah mengarah pada suatu wilayah yang pada masa silam menjadi salah satu dari pusat peradaban dunia. Timur Tengah umumnya mencakup wilayah yang luas yang terbentang dari Mesir hingga Persia (Iran).
Istilah ini pertama kali di populerkan di Anak Benua India, menjadi sangat terkenal ketika seorang perwira Amerika Serikat Alfred Thayer Mahan memakai istilah ini untuk menunjuk suatu wilayah antara Semenanjung Arabia hingga Anak Benua India. Sebelum Perang dunia I, oleh Inggris raya  sebutan Timur Tengah mencakup wilayah Persia, Afganistan, Asia Tengah, Turki dan Kaukasus. Sedangkan sebutan Timur Dekat (Near East) untuk wilayah Balkan dan Turki Ottoman, sedangkan Timur Jauh mencakup negeri di Asia Timur.
Namun kini penyebutan Timur Tengah lebih terbatas pada negeri-negeri antara Mesir hingga Iran. Negara yang dimaksud meliputi: Bahrain, Siprus, Mesir, Iran, Iraq, Israel, Jordania, Kuwait, Lebanon, Oman, Palestina, Qatar, Saudi Arabia, Suriah, Turki, UEA, dan Yaman. Kadang-kadang karena kesamaan budaya dan agama Afganistan dan Pakistan juga dimasukkan.
Konflik di negeri Afganistan, Iraq dan Pakistan menyebabkan banyak warganya yang memilih kabur dari negerinya, mereka memilih menjadi imigran gelap. Australia seringkali menjadi tujuan bagi para Imigran gelap ini, politik dalam negeri Australia yang menerima para imigran politik membuat para imigran gelap ini menjadikan Australia sebagai tujuan utama. Belakangan pemerintah Australia kalang kabut dengan serbuan imigran ini.
Chistmas Island
Dengan menumpang perahu seadanya mereka mengarungi perairan samudera Hindia sebeleh selatan pulau Jawa, tujuan sementara mereka adalah Christmas Island atau Pulau Natal yang masuk wilayah teritori Australia, pulau merupakn pintu masuk ke negara Kangguru. Pulau ini termasuk unik karena secara geografis pulau ini lebih dekat dengan Indonesia, saya menduga sejak ratusan silam pulau ini sudah dikunjungi pelaut dari Jawa, Minang dan Melayu. Nama Christmas Island diberikan oleh Captain William Mynors dari Persekutuan dagang Inggris Raya, ketika pertama kali mendarat di pulau ini bertepatan yang dengan hari Natal tahun 1643 atau 368 tahun silam.
Pulau Natal ini menjadi tempat favorit tujuan imigran terutama dari kawasan Timur Tengah dan Asia Selatan. Selain lari dari konflik dalam negeri juga para imigran berharap mendapatkan kehidupan ekonomi yang lebih baik. Kedatangan Imigran ini telah banyak mengubah komposisi demografi penduduk Australia. Pemerintah Australia yang mempunyai negeri yang besar memang kekurangan jumlah penduduk. Namun kedatangan para imigran ini seringkali mendapat tantangan dari partai oposisi dan menjadi isu-isu hangat menjelang pemilu Australia.
Imigran gelap yang pekan lalu menghadapi musibah kapal tenggelam tidak ingin dideportasi kembali negeri asalnya, bagi mereka kembali ke negeri asal sama dengan bunuh diri. Sungguh dibalik gejolak dalam negeri kita Indonesia, kita masih beruntung kondisi keamanan dalam negeri kita relatif aman dan stabil. Dan semoga tercipta perdamaian di negeri-negeri Timur Tengah, sebuah kawasan yang pernah menjadi salah satu pusat peradaban dunia.
Salam

Sumbers : kompasiana.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar