Loading...

Entri Populer

Follow by Email

Senin, 24 Oktober 2011

Investasi Jangka Panjang Saham


INVESTASI JANGKA PANJANG SAHAM

TUJUAN : Mahasiswa dapat
1.   Menjelaskan pengertian investasi jangka panjang
2.   Menghitung dan mancatat transaksi pembelian saham
3.   Menghitung dan mencatat transaksi penerimaan deviden
4.  Menghitung dan mencatat hak beli saham saham dan pertukaran saham
5.  Menghitung dan mencatat transaksi penjualan dan pelunasan kembali saham

PENGERTIAN INVESATASI JANGKA PANJANG ADALAH

penanaman dana untuk jangka waktu lebih dari satu tahun, pada umumnya jauh lebih lam dari itu,
dengan tujuan untuk memberikan penghasilan tetap ayau menguasai perusahaan lain
Jadi tujuan utama dari investasi jangka panjang adalah :
1.             Untuk memperoleh penghasilan yang tetap
2.             Untuk menguasai perusahaan lain   
3.             Membentuk suatu dana khusus
4.              Menjaga hubungan antar perusahaan  

Investasi Jangka Panjang
1.Investasi saham dan
2.Investasi obligasi
INVESTASI SAHAM
SAHAM
Adalah surat tanda bukti turut serta di dalam modal perseroan terbatas
Pemilik saham dari PT adalah pemegang saham atau pesero
Jenis saham :
1.             Dilihat dari bentuk : saham atas nama dan atas pembawa
2.             Dilihat dari penetapan nilai saham : saham atas nilai nominal, tanpa nilai nominal, saham tanpa nilai nominal tapi mempunyai nilai yang dinyatakan  
3.             Ditinjau dari hak-hak yang dimiliki oleh saham : saham biasa dan saham preferen

MENCATAT TRANSAKSI PEMBELIAN SAHAM
Pembelian saham dapat dilakukan dengan beberapa cara ;
1. Pembelian saham dengan tunai
Contoh :   Pada tanggal 1 Mei 2008 dibeli 1000 lembar saham Pt Sinar @ Rp. 10.000 nominal dengan kurs 106%. Biaya makelar dan lain-lain Rp. 25.000
Jurnal :    Investasi dalam saham  Rp. 10.625.000   Kas  Rp. 10.625.000
2. Pembelian saham dengan menyerahkan aktiva selain kas
Investasinya dapat dicatat sbb:
1.  Sebesar harga aktiva yang diserahkan
2.  Sebesar harga pasar saham,jika harga pasar aktia tidak diketahui
Contoh :   Pada tanggal 15 mei dibeli 1000 lembar saham PT. Abadi dengan menyerahkan sebuah kendaraan roda empat. Harga pasar 1 lembar saham Rp. 11.500. Biaya makelar dan lain-lain Rp. 25.000
Jurnal :    Investasi dalam saham  Rp. 11.525.000
  kas  Rp. 11.525.000
3. Pembelian saham dilakukan secara Lumpsum ( bersama/Gabungan)
Maka harga perolehan masing-masing jenis saham harus dipisahkan. Dasar yang dipakai untuk memisahkan adalah harga pasar masing-masing jenis saham :
a. Jika harga pasar masing-masing jenis diket. Maka didasarkan pada perbandingan jumlah relatif masing-masing saham
b. Jika diketahui satu jenis saham, maka dipakai dasar sebagai harga perolehan saham yang bersangkutan, sisanya merup. Harga perolehan saham yang lain
c. Jika harga pasar masing-masing jenis tidak diketahui, maka tidak dapat dipakai untuk pemisahan HP masing-masing dan ditangguhkan sampai salah satu saham diketahui harganya.
CONTOH
  PT. Bahagia membeli 50 unit saham dengan harga Rp. 75.000 per unit Tiap unit terdiri dari 1 lembar saham preferen dan 3 lembar saham biasa.
1. Harga masing-masing jenis saham diketahui :
a). Harga masing-masing jenis saham diketahui
  Misal : Harga 1 lembar saham preferen Rp. 37.500
       Harga 1 lembar saham biasa       Rp. 13.500
  JURNAL :
  Investasi dalam saham preferen Rp. 1.802.880
  Investasi dalam saham biasa        Rp. 1.947.000
  Kas  Rp. 3.750.000
2. Harga pasar yang diketahui hanya salah satu saham
Misal harga pasar 1 lembar saham preferen Rp. 37.500 dan harga pasar saham biasa tidak diketahui
JURNAL :
  Investasi saham preferen  Rp. 1.875.000
  Investasi saham biasa  Rp. 1.875.000
  Kas  Rp.  3.750.000
3. Harga pasar masing-masing saham tidak diketahui
JURNAl :
  Investasi dalam saham preferen 
  dan saham biasa  Rp. 3.750.000
Kas  Rp. 3.750.000
TRANSAKSI SELAMA PEMILIKAN SAHAM
1. PENERIMAAN DEVIDEN
  A. DEVIDEN KAS
Contoh ;
  Dalam bulan Desember 2008 perusahaan mendapatkan devideb kas sebesar Rp. 1.500.000 dari investasi sahamnya.
Jurnal :
  Kas  Rp. 1.500.000
  Pendapatan deviden  Rp 1.500.000
  B. DEVIDEN DLM BENTUK AKTIVA SELAIN KAS
Contoh :
PT. Maju menerima pembagian deviden dari PT Abadi sebanyak 100 lembar saham PT. Sinar. Pada saat pembagian deviden tersebut harga pasar saham PT. Sinar sebesar Rp. 15.000/lembar
Investasi dalam saham (PT.Sinar) Rp.1.500.000
    Pendapatan Deviden  Rp. 1.500.000
C. DEVIDEN LIKWIDASI :
  sebagian dari deviden yang dibayarkan merupakan pengembalian modal, ini berarti penerimaan pendapatan deviden dan penerimaan kembali investasinya
Contoh ;
  PT. Sejahtera menerima deviden sebesar Rp. 1000.000 dimana 30% merupakan pembagian laba dan 70 % pengembalian investasi saham.
Jurnal :
  Kas  Rp.1.000.000
  Pendapatan Deviden  Rp. 300.000
  Invesatasi dalam saham  Rp. 700.000
D. DEVIDEN SAHAM
Penerimaan deviden saham berarti penambahan jumlah lembar saham tetapi tidak mengakibatkan tambahan besarnya investasi.
Jadi dalam penerimaan deviden saham, jumlah investasinya sama dengan harga perolehan semula, sedangkan jumlah lembaran saham lebih banyak, sehingg Hrga perolehan per lembar saham lebih rendah daripada sebelim adanya deviden saham.
Dalam penerimaan deviden saham ini tidak diperlikan jurnal cukup dengan catatan memo saja.
Apabila sesudah penerimaan deviden saham ini, sahamnya dijual, maka penjualan saham tersebut akan dibebani dengan harga perolehan saham baru
2. PEMECAHAN SAHAM ( STOCK SPLIT UP )
Perlakuan sama dengan dengan penerimaan deviden saham
3. HAK BELI SAHAM
Hak yang diberikan kepada para pemegang saham untuk membeli saham baru dengan harga dibawah harga saham baru
Setiap lembar saham yang beredar akan menerima satu lembar hak beli saham,sehingga harga perolehan investasi yang lama akan terdiri dari 2 bagian yaitu :
  1. bagian untuk investasi saham lama
  2. bagian untuk investasi hak beli saham
Pemabagian untuk menetapkan besarnya masing-masing investasi itu didasarkan pada harg pasar hak beli saham dan harga pasar saham lam dengan perhitungan sebagai berikut :
Harga perolehan hak beli saham =
Harga Pasar hak beli saham  X Harga perolehan saham
Harga pasar saham + Harga pasar
  Tanpa hak beli shm     hak beli shm
Harga perolehan baru untuk saham =
Harga Pasar shm tanpahak beli saham    X Harga perolhn shm
Harga pasar shm   +    Harga pasar
  Tanpa hak bl shm         hak beli shm
Dari rumus di atas, jika HP hak beli saham sudah diketahui, maka dengan mengurangkan dari harga perolehan saham lama, akan diperoleh harga perolehan saham baru.

Contoh
PT. Sejahtera memiliki 100 lembar saham PT, Matahari, nominal Rp. 10.000/lembar, di beli tahun 2000 dengan harga Rp. 1.000.000
  Pada bulan Mei 2001 PT. Sejahtera menerima hak beli saham yang dapat digunakan untk membeli saham baru, yaitu setiap memiliki 4 lembar saham lama diberi hak untuk membeli 1 lembar saham baru dengan harga Rp.10.000/lembar
  Pada saat penerimaan hak beli saham diketahui:
  Harga pasar saham lama (tanpa hak)  Rp. 12.000
  Hak beli saham   Rp.       500
Harga perolahan saham sebesar Rp. 1.000.000 akan dibagikan kepada saham dan hak beli saham dengan cara sbb :
a. Harga Perolehan hak beli Saham
  500   X Rp. 1.000.000  = Rp. 40.000
  12.000 + 500
Harga perolehan baru untuk saham ;
  12.000  x Rp. 1.000.000  = Rp. 960.000
  12.000 + 500
b.  Harga perolehan saham  = Rp. 1.000.000
     Harga perolehan hak beli saham  = Rp.       40.000
  Harga perolehan baru unt sahm  = Rp.     960.000
Jurnal utk mencatat penerimaan hak beli saham ( 100 lbr)
Investasi hak beli saham  Rp. 40.000
    Investasi dalam saham  Rp. 40.000
Hak beli saham ini dapat digunakan untuk membeli saham baru atau di jual kepada pihak lain
4. PERTUKARAN SAHAM
Kalau terjadi pertukaran saham, akan timbul laba atau rugi penukaran, yaitu kalau ada perbedaan harg antar harga perolehan saham lama yang dimiliki dengan harga pasar saham baru ( saham penukar )
Contoh ;    PT. Abadi memilki 100 lembar saham preferen PT. Sinar yang dibeli dengan harga Rp. 120.000/lembar   Pada tanggal 1 Juni 2001 Pt. Sinar memberitahukan bahwa saham preferen yang telah dikeluarkan akan ditukar dengan saham biasa, yaitu tiap lembar saham preferen akan ditukar dengan 2 lembar saham biasa. Harga pasar saham biasa pada saat pertukaran adalah Rp. 70.000/lmbr
Ayat jurnal untuk mencatat transaksi tersebut adalah
Investasi dalam saham biasa  Rp. 14.000.000
  Invsatasi dalam saham preferen  Rp. 12.000.000
  Laba pertukaran  Rp.    2.000.000
Perhitungan :
  Harga pasar saham biasa   = 200 x Rp 70.00 = Rp. 14.000.000
  Harga perlhn shm pref.    =100 x Rp. 120.000= Rp. 12.000.000
  Laba pertukaran           = Rp.    2.000.000
5. PENJUALAN INVESTASI SAHAM
Dalam transaksi penjualn ini mungkin tiombul laba rugi, kalau harga jual tidak sama dengan harga perolehannya.
Contoh :
Pada tanggal 1 Mei 2000 PT. Rahayu membeli 1000 lbr saham dengan harga Rp. 12.500/lmbr. Pada tanggal 1 April 2002 seluruh sahmnya terjual dengan harga Rp. 15.000/lmbr
Jurnal untuk mencatat transaksi tersebut adalah
Tanggal 1 Mei 2000
  Investasi dalam saham  Rp. 12.500.000
  Kas  Rp. 12.500.000
Tanggal 1 April 2002
  Kas  Rp. 15.000.000
  Investasi dalam saham  Rp. 12.500.000
  Laba penjualan saham  Rp. 2.  500.000
Penyajian investasi saham dalam Neraca
Investasi jangka panjang dalam surat berharga harus dipisahkan secara tegas dengan investasi jangka pendek.
Investasi jangka panjang dilaporkan dalam kelompok “ Investasi” dan dicatat menurut harga perolehannya.
Harga pasar yang diketahui pada tanggal neraca dicantumkan dalam neraca hanya sebagai catatan saja
Investasi :
  - Investasi shm pref 10% PT. Makmur
    10.000 lmbr @ Rp. 1000/nom
    ( Harga pasar Rp. 1.200/lmbr)  Rp. 15.000.000
  - Investasi shm biasa PT. Abadi
    5.000 lmbr @ Rp. 1000/nom
    ( Harga pasar Rp. 950/lmbr)  Rp.   5.250.000
  Rp. 20.250.000

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar